News

Vaksin Aman, Hidup Nyaman! Yuk Jangan Takut Divaksin!

Medan, 6 Mei 2021 – Badan Pengurus Cabang Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia (BPC PERHUMAS) Medan bersama PERHUMAS Muda Medan kembali mengadakan Webinar PR Talk Series yang membahas mengenai Vaksin itu aman dengan mengundang Anggota Bidang Penanganan Kesehatan Satuan Tugas Penangan Covid-19 Provinsi Sumatra Utara, dr. Rizkia Pratiwi; Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatra Utara, Soeko Wardojo; Rektor Sari Mutara dan Sekretaris Asosiasi Ahli Masyarakat Indonesia, Dr. Ivan Elisabeth Purba. (6/5)

Rizkia mejelaskan bahwa, vaksin merupakan produk olahan yang dari virus Covid-19 yang dilemahkan atau bagian tertentu saja yang aman dan ampuh dalam membentuk kekebalan tubuh dan juga menurunkan kesakitan serta kematian akibat Covid-19. Pemberian vaksinasi Covid-19 dilakukan oleh Tenaga Kesehatan yang memang ahli dibidangnya.

“Namun, bukan berarti kebal 100%. Tidak ada vaksin atau imunisasi pada anak, orang dewasa yang sudah ada saat ini akan kebal 100%. Tetapi jika seseorang terinfeksi virus tidak akan sampai kegejala yang berat, hanya sakit ringan aja,” ungkapnya. Hal ini perlu digaris bawahi, karena tidak sedikit masyarakat yang berpikir bahwa jika sudah melakukan vaksinasi tidak akan terinveksi virus Covid-19.

Berdasarkan uji klinis fase 3 vaksin SINOVAC di Indonesia, seseorang yang diberikan vaksin Sinovac memiliki risiko hampir 3x lebih rendah untuk mengalami Covid-19 bergejala. Namun belum ada bukti dapat melindungin seseorang dari terinfeksi Covid-19.

Seseorang yang mendapatkan vaksin Sinovac, risiko terinfeksi harus memenuhi beberapa kriteria, diantaranya adalah efikasi dan efektivitas. Virus Covid-19 berkurang 65,3% dibandingkan orang yang tidak tervaksinasi. Vaksin yang berkualitas adalah Vaksin yang sudah diterima di Indonesia sudah teruji halal oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Strategi pemulihan ekonomi pasca Covid-19 terbagi menjadi 3 tahapan besar yaitu, Flattening The Curve, adaptasi kebiasaan baru yang dibuat berdasarkan regulasi Pemerintah Daerah, dan mengantisipasi pandemic baru serta upaya pemulihan ekonomi.

Soeko mengatakan bahwa, masyarakat dianjurkan untuk tetap mematuhi protokol kesehatan yaitu 5M, karena dengan adanya penanganan kesehatan melalui vaksinasi dan disiplin protocol Covid-19 menjadi prasyarat utama untuk pemulihan ekonomi kedepan.

Selain itu, capaian vaksinasi Tenaga Kesehatan mencapai total 1.468.764, Lanjut usia mencapai 21.553.118, Petugas public 17.327.167.

“Namun, saat ini Lansia menjadi prioritas Pemerintah karena angka dari Lansia ini jauh dari target karena banyak faktor, faktor pertama tidak ada yang mengantar, faktor kedua karena Lansia takut, dan faktor hoax lainnya,” tuturnya.

Ivan juga menambahkan “Untuk memutuskan rantai penyebaran Covid-19 diperlukan kerajsama dan kolaborasi kita semua. Jadi semua sektor, semua orang, semua profesi harus bertanggungjawab dan berperan untuk menghentikan virus ini. Semua harus berkolaborasi meginformasikan tentang vaksin ini,” jelasnya.