News

Strategi Humas Erick Thohir: Berhasil Rebut Hati Fans Sepakbola Tanah Air!

Erick Thohir dan Timnas Indonesia U-22 rayakan raihan emas SEA Games 2023

Indonesia dan sepakbola merupakan dua hal yang tidak bisa terpisahkan. Meriahnya animo seluruh lapisan masyarakat ketika menyaksikan Timnas mendapat medali emas pada Sea Games 2023 menggambarkan betapa dicintainya olahraga ini di Indonesia.

Meskipun apresiasi dan spotlight terus berdatangan kepada para pemain dan ofisial, prestasi ini di sisi lain juga memperkuat citra Ketua Umum PSSI periode 2023-2027, Erick Thohir. Setelah resmi terpilih pada Februari 2023 lalu, Mantan Presiden Inter Milan ini langsung tancap gas dalam membenahi industri sepakbola tanah air. Tidak tanggung-tanggung, beliau juga berhasil mendatangkan Sang Juara Dunia, Argentina, untuk melakukan FIFA Matchday dengan Indonesia di SUGBK, 19 Juni kemarin.

Meskipun demikian, beban yang dipinggul Erick Thohir tidaklah ringan. Bagaimana tidak, kondisi industri sepakbola di Indonesia memiliki rentetan sejarah kelam. Mulai dari remuknya Federasi, Timnas, dan Kompetisi akibat dualisme kepemimpinan pada 2011, fenomena mafia bola pada 2019, hingga tragedi Stadion Kanjuruhan pada 2022. Alhasil, tidak sedikit fans yang akhirnya bersikap skeptis dan lebih memilih untuk menikmati sepakbola luar negeri. Bahkan, Pengamat Sepakbola, Justinus Lhaksana, berpesan kepada setiap masyarakat untuk mengubur mimpinya dalam-dalam apabila ingin melihat Timnas bermain di piala dunia.

Melihat situasi yang ada, peran Humas Erick Thohir sebagai orang nomor satu di industri sepakbola menjadi kian krusial. Ia harus mampu untuk merubah persepsi publik dan menaikkan kembali moral mereka terhadap industri ini. Berikut rangkuman informasi mengenai strategi Humas yang telah dijalankan Erick Thohir.

Eksis di sosmed

Media sosial menjadi salah satu tools Public Relations yang paling esensial. Perannya kini tidak lagi hanya memberikan cyber existence, tetapi dapat mendukung strategi Humas yang dijalankan.

Erick Thohir tampak menaruh perhatian khusus terhadap akun Instagram pribadinya, @erickthohir. Beliau secara aktif mengunggah konten yang showcasing kehangatannya bersama para pemain. Selain itu, Erick Thohir juga kerap mengunggah video singkat berisi potongan speech yang ia berikan ketika menghadiri acara atau menjawab pertanyaan media.

Sepertinya, Erick Thohir paham betul bagaimana kiat meluluhkan hati para fans.  Terdapat unggahan clip video yang memperlihatkan beliau berdiri di depan seluruh pemain Timnas dan memberikan motivasi menggebu-gebu bak seorang Pep Guardiola. Well, bukan pemandangan yang lumrah kan? apalagi beliau seorang Ketua Umum, bukan ofisial apalagi coach.

Hadir Bagi Rekan Media

Membangun hubungan kepada media, lazim disebut media relations, merupakan salah satu fungsi dan tugas Public Relations. Sebelumnya, apa itu media relations? Menurut Wardhani Diah (2008: 9) media relations adalah aktivitas komunikasi Humas untuk menjalin pengertian dan hubungan baik dengan media massa dalam rangka pencapaian publikasi organisasi yang maksimal serta berimbang.

Mengingat pentingnya media relations, presence Erick Thohir di depan media tergolong baik. Beliau dengan aktif melakukan safari dan hadir di berbagai program, mulai dari media besar seperti KompasTV hingga “media gen z” seperti USS Feed. Selain itu, Erick Thohir juga cenderung memiliki kelihaian lebih dalam beretoris sehingga dapat menjawab pertanyaan rekan media dengan pernyataan yang  lugas, tegas, dan football oriented. Bahkan, Erick Thohir juga merenovasi ruangan di kantor PSSI agar dapat memberikan kenyamanan lebih kepada wartawan yang meliput.

Segalanya, Semuanya, Seluruhnya untuk Fans!

Momen hangat Erick Thohir memeluk Hokky Caraka, pemain Timnas U-20, pasca kabar batalnya Piala Dunia U-20

Kiprah Erick Thohir yang telah berkecimpung di industri sepakbola selama lebih dari 10 tahun tampak membuahkan hasil. Ia memahami bahwa fans merupakan salah satu stakeholders paling krusial yang membutuhkan perhatian khusus. Dengan demikian, sungguhlah penting untuk aktif membuka pintu-pintu komunikasi dan menjawab keresahan mereka punya.

Langkah Erick Thohir yang menurut penulis cukup cerdik adalah pemberian bantuan pengobatan kepada legenda Timnas, Kurnia Meiga. Karir Kurnia Meiga terpaksa terhenti di usia yang masih tergolong muda akibat penyakit misterius yang dideritanya. Bahkan, ia dikabarkan menjual medali emas dan atributnya untuk dapat melanjutkan hidup.

Melihal hal ini, Erick Thohir, melalui unggahan Instagram pribadinya, dengan sigap menyambangi kediaman penjaga gawang andalan Alfred Riedl tersebut dan memberikan bantuan pengobatan serta dana untuk melakukan wirausaha. Selain itu, Erick Thohir juga memberikan 1 special request kepada Kurnia Meiga untuk dapat terus memotivasi dan membagikan kisah inspiratifnya kepada Garuda Muda.

Isu “terlantarnya” nasib atlet setelah mengharumkan Sang Merah Putih bukanlah masalah baru dan Kurnia Meiga menjadi salah satu contohnya. Itikad baik Erick Thohir ini dirasa penulis berhasil merebut simpati banyak fans tanah air.

Langkah cerdik yang dilakukan Erick Thohir telah mampu meningkatkan optimisme dan simpati fans sepakbola tanah air yang telah lama pudar. Strategi beliau dalam merubah persepsi publik dapat dijadikan referensi bagi praktisi Public Relations yang sedang menghadapi permasalahan serupa.

Penulis:
Fariza Satrya