News

Ngopi Bareng PERHUMAS Muda: PR Di Industri Kecantikan

Jakarta, 30 Agustus 2020 – Trend dunia kecantikan saat ini berkembang sangat pesat terlebih di dunia digital dan media sosial yang selalu mengandalkan visualisasi, di mana setiap orang ingin terlihat menarik. Klinik kecantikan saat ini juga semakin banyak bermunculan dan berkembang di berbagai daerah, sehingga peran PR dalam hal ini juga semakin extra. Seperti tugas dasarnya, peran Public Relations sangat diperlukan dalam membantu sebuah perusahaan kecantikan menarik minat dan membangun image reputasi dari sebuah perusahaan itu sendiri.

PERHUMAS kembali menggelar “Ngopi Bareng PERHUMAS Muda”, acara diskusi virtual tersebut kali ini menghadirkan narasumber dari industri kecantikan. Unna Agnita, Head of Public Relations Youth & Beauty Clinic, hadir sebagai narasumber.

Berkembangnya industri kecantikan di era seperti sekarang merupakan hal yang penting, terlebih peran seseorang sebagai PR Profesional. “Dalam dunia PR ketika bertemu client kan kita itu harus terlihat selalu good looking karena ga munafik banget ya, first impression setiap orang pada saat bertemu itu pasti bicara fisik. Penampilan itu kan nomer satu, setelah itu orang lain baru bisa percaya dan mau ngobrol sama kita, sekitar tujuh detik dan itu ada teorinya.” ungkap Unna.

Bukan hanya di kalangan perempuan saja, bagi Unna, perawatan diri untuk laki-laki juga merupakan hal yang perlu diperhatikan. “Laki-laki juga penting untuk merawat diri, bukan karena centil atau gimana ya, tapi itu berkaitan sama kesehatan. Sebelum merawat orang lain kan harus merawat diri sendiri dulu.” sambungnya.

Bicara keterlibatan PR di dunia kecantikan, Unna menjelaskan apa saja tugasnya sebagai PR dari sebuah klinik kecantikan. Bagaimana ia membangun hubungan yang baik dan meningkatkan kepercayaan pelanggan terhadap Youth & Beauty Clinic. Salah satu kegiatan yang dilakukan Unna adalah mengadakan beauty gathering dan melibatkan beauty influencers di dalamnya.

Sebagai seorang PR tentu menjalin hubungan yang baik dengan para stakeholder adalah hal yang paling utama, Unna selalu berusaha untuk menjalin komunikasi yang baik demi meningkatkan kepercayaan dan kenyamanan dari para pelanggan, seperti pada para selebritis yang menjadi key point. Karena tidak dapat dipungkiri bahwa dunia kecantikan dan selebrtisi selalu berkaitan, dengan hubungan yang baik dan adanya honest review dari para selebritis membuat klinik juga diuntungkan.

“Ini kan bukan hanya sekedar bisnis saja ya, tetapi juga komunikasi yang baik. Misalnya kaya Nabila Syakieb, dia itu bukan hanya sekedar pelanggan aja tapi kadang juga suka chat pribadi Mbak Una, Mbak Una. Dia cerita permasalahan kulit dan harus bagaimana, kan komunikasinya enak hubungannya jadi tidak kaku. Terus ada keluarga Ashanty juga yang sudah akrab banget sama dokter Gaby.” ungkap Unna.

Selain selebritis, keterlibatan media online dan komunitas seperti ibu-ibu arisan juga merupakan bagian dari strategi Youth & Beauty Clinic dalam membangun hubungan yang baik, bekerjasama dengan para media seperti Detik dan Kompas “Selain sama artis, relasi yang baik sama media online juga penting, terlebih pada kategori kecantikan ini sangat penting ya untuk aku sebagai PR dari klinik kecantikan, karena melalui media tersebut kita bisa mengetahui trend apa saja nih yang saat ini lagi booming, kita juga bisa update informasi apa saja dari klinik melalui media tersebut. Kalau sama komunitas kaya ibu-ibu arisan gitu bisa melalui mouth to mouth kan.” sambungnya.

Dalam membangun brand image dan kepercayaan masyarakat pada Youth & Beauty Clinic, Unna menggunakan strategi yang berbeda dengan klinik kecantikan yang lain. Seringnya sebuah klinik kecantikan menggunakan selebritis sebagai brand ambassador, tetapi tidak dengan Youth & Beauty Clinic. Unna justru lebih mengutamakan kepercayaan masyarakat terhadap kemampuan dokter kulit di klinik kecantikannya.

“Kita branding Youth & Beauty Clinic tidak menggunakan brand ambassador, karena yang mau aku tunjukan adalah skill dari si dokter kulit di klinik, yang mana di sini adalah dokter Gaby sendiri. Jadi strateginya itu ya membuat orang trust sama dokternya, buat masyarakat percaya sama dokternya, bukan dengan wajah siapa yang terpampang nyata menjadi brand ambassador. Karena di klinik kecantikan gini kan dokternya, kemampuan dan kualitasnya yang jadi salah satu simbol yang harus ditonjolkan, kemudian baru hubungan kita dengan client.” tutup Unna.