News

Ubah Cara Kerja Di Tengah Pandemi, Ini Yang Harus Dilakukan PR

Jakarta, 12 Mei 2020 – Begitu banyaknya paparan informasi saat ini menjadikan kejenuhan di khalayak. Maraknya hoaks dan fakenews ditengah pandemi Covid-19 membuat kebingungan di masyarakat. Bahkan Indonesia menjadi negara dengan tingkat literasi terendah ke dua di dunia.

Hal tersebut perlu kita cermati sebagai praktisi PR, kepercayaan masyarakat menjadi sangat rendah. PR harus menjadi contoh bagi masyarakat dalam konteks memproduksi dan mengkonsumsi informasi. Trust, but verify! menjadi relevan bagi humas untuk mengedukasi masyarakat untuk memverifikasi informasi yang sampai pada mereka. Untuk menghindari misleading information.

Menariknya melihat laporan kepercayaan publik dari Edelman Trust Barometer 2020, menyatakan sebanyak 63% responden lebih mempercayai perusahaannya sebagai sumber informasi terpercaya. Perusahaan dianggap lebih siap menghadapi pandemi ketimbang negara. Karyawan menginginkan informasi disampaikan melalui saluran komunikasi internal seperti email dan owned media lainnya.

Sementara untuk saluran informasi masyarakat lebih memilih Media Mainstream. Masyarakat lebih menginginkan sumber informasi yang disampaikan oleh para ilmuan dan doktor sebagai spokeperson yang dipercaya untuk lebih banyak berbicara mengenai pandemi.

Stephen M.R. Covey dalam bukunya yang berjudul The Speed ​​of Trust! memberikan pendekatan menarik mengenai kepercayaan. Covey mengusulkan sebuah formula sederhana. Rumus ini memungkinkan kita melihat trust menjadi faktor nyata dan terukur. Rumusnya Covey didasarkan pada wawasan kritis dan observasi bahwa kepercayaan (trust) selalu berdampak pada 2 hasil yaitu kecepatan (speed) dan biaya (cost).

Ketika kepercayaan (trust) naik, kecepatan (speed) juga akan naik dan biaya (cost) akan turun. Begitu pula sebaliknya, ketika kepercayaan (trust) turun, kecepatan juga akan turun dan biaya akan naik.

“Pendekatan ini saya rasa sangat relevan untuk situasi kita saat pandemi ini.” ucap Agung.

Optimisme #IndonesiaBicaraBaik

Melalui #IndonesiaBicaraBaik PERHUMAS mengajak seluruh masyarakat untuk ikut turut serta menyuarakan hal-hal baik mengenai Indonesia. Karena sejatinya Humas Indonesia adalah seluruh masyarakat Indonesia.

“Peran dasar humas adalah mensosialisasikan pesan positif kepada publik agar terbangun trust dan reputasi sebuah organisasi bahkan bangsa. Akhirnya kita akan menyadari bahwa kita adalah humas untuk kita sendiri, keluarga, organisasi bahkan untuk bangsa. Kita semua adalah Humas Indonesia.” tambah Agung.

Komunikasi Pentahelix

Melihat bagaimana perkembangan kepercayaan publik pada masa pandemi saat ini, kolaborasi menjadi solusi bersama. Melalui sinergi komunikasi pentahelix, menjadi kewajiban bagi setiap institusi untuk bersinergi menyampaikan informasi yang kredibel. Dibutuhkan kolaborasi pentahelix agar seluruh masyarakat dilibatkan dalam menyampaikan informasi.

Sinergi komunikasi pentahelix antara sektor pemerintah, bisnis, media, akademis, dan komunitas akan menciptakan atmosfer informasi publik yang lebih kondusif. Dengan sinergi komunikasi pentahelix ini membentuk sumber informasi yang kredibel, konten yang menarik serta kredibel, informasinya selalu diperbarukan, kredibel plafon dan narasumber kredibel. Bersinergi bersama-sama menghadapi terpaan pandemi menjadi langkah bijak. (FA)