News

Eksistensi Kesehatan Mental Untuk Persiapan Karir Di New Normal

Jakarta, 12 September 2020 – PERHUMAS Muda Jakarta Raya bersama Kita Progresif mengadakan Bincang PR virtual dengan tema “Eksistensi Kesehatan Mental untuk Persiapkan Karir di New Normal” di tengah pandemi yang saat ini sudah bukan hanya merugikan sektor ekonomi saja tetapi juga kesejahteraan manusia di dalamnya.

New normal atau adaptasi kehidupan baru di masa pandemi juga berpengaruh terhadap kesejahteraan manusia. Pengaruh tersebut berdampak pada kesehatan khususnya kesadaran mental bagi masyarakat yang saat ini yang dapat dikatakan sangat rendah, apalagi saat berada pada kondisi sekarang. Millennials saat ini terkadang ragu bagaimana mempersiapkan mental untuk masa yang akan datang.

Raudah Sabila selaku pembicara dalam webinar kali ini menuturkan hal mendasar untuk menghindari kesehatan mental yang buruk adalah dengan mampu mengukur diri sendiri, kesehatan mental kita masing-masing. Apakah mental yang dikatakan sehat benar-benar sudah terjadi di dalam diri sendiri.

“Karena kesehatan mental ini berpengaruh terhadap masa depan, terhadap kesehatan fisik kita, emosi, keterkaitan dengan kondisi sosial juga.” jelas Rauda.

Mengutip WHO, Rauda menjelaskan bahwa ciri-ciri mental yang sehat dan terdapat di dalam diri setiap manusia dapat dengan mudah diukur melalui kesejahteraan hidup manusia yang sudah terpenuhi atau justru terabaikan.

“Untuk mengukur kesejahteraan hidup manusia yang pertama apakah kita mampu menghadapi dan menyesuaikan diri di situasi yang sulit. Kemudian apakah kita sudah mampu mengenali kemampuan diri sendiri. Mampu kah kita bekerja secara produktif dan berkontribusi untuk lingkungan.” sambung Rauda.

Berbicara kesehatan mental, menurut WHO 800.000 orang meninggal akibat kesehatan mental yang buruk, depresi dan bunuh diri. Sehingga penting bagi manusia untuk memperbaiki kesehatan mental mereka berkaitan dengan kondisi biologis. Untuk menghindari kemungkinan kesehatan mental yang buruk yang nantinya berujung pada kematian akibat bunuh diri, manusia diminta untuk mempunyai empati yang tinggi.

Rauda menjelaskan bahwa yang paling penting saat ini untuk membentuk mental yang baik adalah manusia harus paham bagaimana dirinya sendiri, mindfulness. Manusia diminta untuk fokus dengan apa yang sedang dilakukan, dilatih, dan dilakukan perlahan melalui hal-hal yang sederhana.

Saat ini di era new normal, salah satu hal yang paling pasti harus mampu diterima dengan baik oleh manusia yang mampu mempengaruhi kesehatan mentalnya berkaitan dengan bentuk kegiatan yang dituntut untuk dilakukan berbeda dari biasanya. Kerugian yang harus disadari dan diterima manusia yang paling terlihat jelas ada pada kualitas komunikasi yang kurang optimal. Kita sadar bahwa media sosial itu bagian dari kebutuhan dasar manusia saat ini, hidup kita saat ini sudah sepenuhnya virtual.

“Kualitas komunikasi otomatis berkurang yaa, karena tidak bertemu langsung. Sehingga chemistry yang kita rasakan berkurang, that’s why saat ini perlunya komunikasi nonverbal yang lebih kuat. Contohnya gesture, mimik wajah, intonasi yang bermain saat presentasi atau ngobrol sama orang lain harus dilakukan lebih optimal dari biasanya sehingga mengurangi terjadinya miskom.” ungkap Rauda.

Selain komunikasi nonverbal yang dilakukan lebih baik, mental yang sehat jelas berpengaruh terhadap karir seseorang. Masyarakat juga diminta untuk lebih confidence dalam menghadapi era normal baru, salah satu caranya adalah dengan menciptakan personal branding pada diri masing-masing. Bagaimana kita ingin dikenal sebagai apa dan bagaimana kita menunjukannya.

“Untuk mengawali dan membangun personal branding kalian masing-masing yang diperlukan adalah menentukan citra diri, bagaimana cara mencapai skill set kalian, menampilkan diri di media sosial dan membagikannya secara konsisten. Empat poin tersebut yang nantinya akan menjadikan diri kalian confidence.” jelas Rauda.

If people like you they will listen to you, but if they trust you, they will do business with you – Zig Zaglar

Personal branding it’s about trust. Intinya adalah personal branding adalah tentang kepercayaan, kalau kalian sudah dipercaya nantinya kalian akan lebih percaya diri.” tutup Rauda.