News

Kopdar Humas Imigrasi: Menjembatani Komunikasi Dan Membangun Reputasi Di Era Digital

Jakarta, 25 April 2019 – PERHUMAS menghadiri undangan Dirjen Imigrasi untuk mengisi acara dalam Kopdar Humas Imigrasi dengan tema “Bridging Communication Building Reputation in Digital Era”. Acara yang dihadiri oleh praktisi humas Imigr yang bertujuan untuk penguatan tugas dan fungsi kehumasan humas Imigrasi mengundang PERHUMAS untuk dapat memberikan keynote speech dan pelatihan pengantar mengenai public speaking.

Dalam keynote speech dengan tema “Challenges & Opportunities PR in The Age of Disruption”, Agung Laksamana selaku Ketua Umum BPP PERHUMAS menyampaikan tantangan dan kesempatan yang dapat diraih oleh humas Imigrasi dalam menghadapi era disrupsi. Pada paparannya beliau menekankan bahwa dunia telah berubah dan telah merubah cara kita berinteraksi dan berkomunikasi. Dalam masa seperti sekarang ini hal perlu dilakukan setiap praktisi adalah belajar, belajar menjadi kunci kesuksesan dalam menghadapi tantangan.

Humas harus adaptif terhadap perubahan, mempersiapkan diri dengan belajar dan menambah skill set untuk menghadapi era disrupsi merupakan penting. Karena sejatinya PR adalah seni persuasi, sementara dalam era ini mendapatkan atensi dari publik menjadi sangat sulit melihat begitu banyaknya pesan yang diterima orang dalam satu hari.

Pahami tujuan organisasi anda untuk berkomunikasi dengan publiknya, dengan begitu humas akan dapat menyelaraskan peran fungsi humas agar dapat mendorong kinerja dan membentuk reputasi. Begitu pula untuk dapat memenangkan atensi pada era digital, humas perlu memahami audien mereka. Dengan memahami audien, humas dapat merancang konten yang tepat untuk audien mereka. Tentu saja menjadi kreatif adalah kunci mendapatkan atensi publik, kreativitas dapat kita gali dengan memahami publik yang akan kita tuju.

Pada hari kedua Kopdar Humas Imigrasi, perhumas kembali hadir bersama Chaerini Rusdji, Bidang Pelatihan dan Keanggotaan BPP PERHUMAS, untuk dapat memberikan materi pengantar Public Speaking kepada para peserta. Sejak dari pembukaan Chaerini mengajak para peserta untuk berinteraksi. Pada pemaparan kali ini para peserta mengungkapkan public speaker yang menarik bagi mereka adalah yang memiliki karakter tertentu seperti public speaker harus menarik, menginspirasi dan bermanfaat.

“Sekarang apa yang menjadi kendala seseorang ketika menyampaikan informasi di depan publik? menurut bapak dan ibu.” tanya Chaerini. Lebih mendalam beliau menjelaskan bahwa banyak faktor yang membuat seseorang gugup dalam berbicara di depan publik. Salah satunya membiarkan sisi emosional mengambil alih tubuh anda, dan hal tersebut dapat kita lakukan pencegahan dengan berbagai trik dalam mengatasi gugup saat berbicara.

Kemampuan dalam berbicara di depan umum sangat penting bagi praktisi humas. Untuk dapat menyampaikan pesan atau informasi yang baik kita perlu membekali diri dengan pengetahuan bagaimana melakukan bicara di depan umum agar dapat menjadi andalan sebagai public speaker bagi institusi kita bernaung. (FA)