News

Menuju Jurnal Internasional Berkualitas

Bali, 22 Maret 2019 – Dalam komitmen untuk terus meningkatkan, memperluas dan memperdalam ilmu komunikasi mengenai Hubungan Masyarakat, PERHUMAS terus mengembangkan kualitas Jurnal Public Relations Indonesia. Hadir dalam workshop yang diselenggarakan oleh Asosiasi Penerbit Jurnal Ilmu Komunikasi Indonesia (APJIKI), bertempat di LSPR Bali, PERHUMAS mendapat wawasan tambahan mengenai bagaimana mengembangkan jurnal riset ilmu komunikasi.

Mengangkat tema “Menuju Jurnal International Bereputasi”, Penerbit Jurnal Ilmu Komunikasi di Indonesia memiliki kesempatan besar untuk berkembang dan berpeluang mendapat publik pembaca yang lebih luas lagi. Dengan globalisasi dan perkembangan teknologi big data pada era kini, semua itu menjadi mungkin melalui Scopus. Scopus adalah abstrak dan kutipan berbasis data milik Elsevier yang diluncurkan pada tahun 2004. Scopus mencakup hampir 36.377 judul (22.794 judul aktif dan 13.583 judul tidak aktif) dari sekitar 11.678 penerbit, di mana 34.346 adalah jurnal yang telah ditinjau secara sejawat dengan bidang subjek seperti ilmu kehidupan, ilmu sosial, ilmu fisik dan ilmu kesehatan. Judul – judul tersebut juga mencakup seri buku, jurnal, dan jurnal profesi. Semua jurnal yang tercakup dalam database Scopus, terlepas dari siapa mereka diterbitkan, ditinjau setiap tahun untuk memastikan standar kualitas tinggi dipertahankan. Daftar lengkapnya ada di situs web Peringkat Jurnal SCImago. Pencarian di Scopus juga menggabungkan pencarian basis data paten.

Dengan jumlah jurnal sebanyak itu, ternyata tidak banyak jurnal yang membahas mengenai ilmu komunikasi. Bahkan di Asia saja baru terdapat 9 Jurnal Ilmu Komunikasi. Hal ini tentu menjadi peluang yang sangat besar bagi PERHUMAS untuk terus meningkatkan kualitas Jurnal Public Relations Indonesia kepada pembaca yang lebih luas lagi.

Sementara Indonesia saat ini berada pada peringkat 52 Scopus, hal ini membuktikan bahwa kita tertinggal dalam bidang riset. Untuk itu Kemenristekdikti berkomitmen untuk turut meningkatkan riset di Indonesia. Melalui Permenristekdikti no.9 tahun 2018 tentang Akreditasi Jurnal Ilmiah, Kemenristekdikti berkomitmen untuk mendorong para penerbit Jurnal Ilmiah untuk meningkatkan kualitasnya melalui Akreditasi Jurnal Nasional (ARJUNA). Dengan mempermudah proses pengajuan Akreditasi dan pembimbingan dalam prosesnya, diharapkan para penerbit jurnal dapat meningkatkan kualitas jurnal mereka.

Dengan mendorong riset di Indonesia melalui Akreditasi Jurnal Ilmiah dan Open Jurnal System. Para penerbit jurnal yang sudah siap memperluas pembaca mereka juga akan mendapatkan bimbingan Dikti melalui workshop dengan Publisher International (Scopus, DLL). (FA)